Monsieur Lazhar: Kepompong yang Tak Pernah Menjadi Kupu-Kupu

Pohon dan Kepompong
MLa2
Setelah kematian tidak adil,
tidak ada yang perlu dikatakan
Tidak ada sama sekali.
Sebagaimana kecantikan.

Dari cabang pohon zaitun,
ada tergantung sebuah kepompong kecil berwarna zamrud.
Besok akan menjadi kupu-kupu, dibebaskan dari kepompong itu.
Pohon itu senang melihat kepompong telah tumbuh,
tapi diam-diam, ia ingin agar kepompong ini bersamanya sedikit lebih lama.
“Selama dia ingat saya.”

Yang melindunginya dari hembusan,
menyelamatkannya dari semut.
Tapi besok dia akan pergi
untuk berhadapan dengan predator dan cuaca buruk.
Malam itu, kebakaran melanda hutan,
dan kepompong tidak pernah menjadi kupu-kupu.

Saat fajar, di abu yang dingin,
pohon itu masih berdiri,
tetapi hatinya hangus,
terluka oleh api,
terluka oleh kesedihan.
Terluka oleh kesedihan.

Sejak saat itu,
ketika seekor burung hinggap di pohon,
pohon itu mengatakan tentang kepompong yang tidak pernah terbangun.
Ia membayangkan, sayapnya membentang,
melayang di langit yang biru jernih,
Menikmati madu bunga dan kebebasan,
saksi yang bijaksana tentang cerita cinta kita.

Monsieur Lazhar


Lanjutkan Menbaca

Advertisements