The Hobbit

Film yang paling ditunggu-tunggu penggemar TLOTR akhirnya keluar juga.

‘The Hobbit: An Unexpected Journey’

The Hobbit: An Unexpected Journey

Sayangnya di tempat saya tinggal sangat jauh dari bioskop. Jadi cuma bisa menunggu kalaau ada link download.

Film penutup akhir tahun yang paling bagus. Apalagi kalau melihat tekhnologi yang dipakai untuk film. Tapi entahlah, apakah di bioskop seluruh indonesia bisa memutar film ini dalam versi tampilan yang terbaru.

Kabarnya The Hobbit yang sebenarnya satu buku, dipecah menjadi tiga bagian

An Unexpected Journey (2012)

The Desolation of Smaug (2013)

There and Back Again (2014)

Bagi yangpengen tahu ceritanya, maaf karena saya belum nonton, tapi coba saja lihat resensi menarik di [Resensi] The Hobbit : An Unexpected Journey – Pondasi Kokoh Bagi Era Baru Middle Earth.

Have a nice watch!

The Kite Runner (Part I)

Tadi malam saya membaca sebuah novel tentang childhood story. Saya pikir novel tersebut akan habis saya baca, ternyata ga sampai setengah saya sudah ngantuk. Tapi bukan karena ceritanya tidak menarik, justru karena ceritanya sangat menarik jadi ketika sudah tengah malam, saya tidak ingin melewatkan setiap kata di novel tersebut dalam keadaan mata saya dipaksa terbuka. Saya akan cerita sedikit tentang novel tersebut.

Novel tersebut berjudul The Kite Runner, karya Khaled Huseini penulis berkebangsaan Afganistan. Novel ini pernah menjadi #1 Best Seller di Amerika selama 2 tahun berturut-turut serta sudah difilmkan dan mendapat beberapa penghargaan.

The Kite Runner (Movie)
The Kite Runner (Movie)

Sebelum menemukan novelnya, tak sengaja  saya melihat cover filmnya. Saya pikir film tersebut sangat menarik. Apalagi judulnya, The Kite Runner, kisah pengejar layang-layang. Dari trailernya pun sudah membuat saya tertarik untuk meontonnya. Tapi, ketika sedang mencari link download untuk film tersebut, ada komentar bloger yang bilang kalau novelnya juga bagus. Berdasarkan pengalaman, biasanya film yang diadaptasi dari novel tidak terlalu menarik. Contohnya saja Ayat-Ayat Cinta, saya benar-benar kecewa ketika menontonnya. Jadi, saya pikir lebih baik membaca novelnya saja. read more