Rumah Belajar: Agent of Change (Sequel)

Rumah belajar? Siap yang tidak kenal dengan rumah belajar? Sebuah portal resmi milik pemerintah yang berisi fitur-fitur penunjang pembeajaran. Bagi yang belum tahu, bisa diakses melalui link Rumah Belajar.

Saya yakin, sudah banyak pendidik maupun peserta didik yang mengetahuinya. Jadi, kali ini saya akan menceritakan sedikit kisah perjalanan saya dalam sosialisasi RUmah Belajar.

Rumah belajar telah mengingatkan saya pada kenangan 7 tahun yang lalu, 2011. Masa di mana saya baru lulus dari dunia perkuliahan. Masih terlalu banyak pelajaran dan pengalaman yang harus saya alami waktu itu. Jadi, wajar saja jika saya mengingat kembali pada masa itu, begitu bodohnya saya pada dunia pendidikan. Sebenarnya sampai saat ini pun saya masih bodoh dalam dunia pendidikan. Tapi, saya berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kemampuan saya sebagai pendidik.

WhatsApp Image 2018-09-22 at 23.11.09

Rumah belajar telah memepertemukan saya dengan orang-orang dari seluruh pelosok bumi kalimantan tengah, salah satunya adaah seorang pendidik bernama Khoir Wakhidah. Beliau adalah salah satu pendidik di MAS Darul Ulum Palangka Raya. Hal itulah yang membuat saya kembali teringat kenangan pada masa lalu.

Ya, saya pernah mengajar di Darul Ulum palangka Raya pada tingkat dasar, yaitu Madarasah Ibtidaiyah. MI Darul Ulum. Tempat di mana permuaan saya mengabdi pada dunia pendidikan.

Tulisan ini mungkin terlihat sepele, saat ini. Tapi saya mencoba menuliskannya. Saya tahu, suatu saat mungkin sepuluh atau dua puluh tahun lagi ada seseorang yang menghapiri saya dan bertanya: “Apakah bapak kenal saya? Saya adalah orang yang bapak tulis di blog bapak.”

Sederhana sekali tujuan saya membuat tulisan ini: membuat tulisan yang akan dibaca puluhan tahun kemudian. Di tulisan ini saya hanya ingin mengatakan bahwa, saya masih perduli, masih menyayngi siswa-siswi di MI Darul Ulum yang dulu pernah saya marahi.

Pertemuan saya dengan peserta dari MAS Darul Ulum mengingatkan saya, bahwa ada seorang alumni yang sudah lama add akun facebook saya dan belum saya terima. Setalah saya terima perteman dan salah seorang dari mereka menambahkan saya sebagai teman di WA dan memasukan saya di grup WA.

Ada beberapa yang mengajak untuk meet up, namun sayangnya itu adalah hari di mana saya sudah dalam perjalanan pulang kembali ke kota tempat kerja (Sampit). Perlu diketahui pelatihan Rumah Belajar di kota Palangka Raya dengan jarak yang lebih dari 200 km. Akhirnya saya berjanji suatau saat akan bertemu dengan mereka.

Sepulang dari kegiatan saya mendapat WA dari kepala sekolah bahwa hari sabtu (saya plang hari rabu), saya harus ke kota Palangka Raya lagi uttuk mendatangi Evaluasi SPAN PTKIN yang hanya 1 hari. Mingu siang sebelum pulang saya menyempatkan diri untuk menemui mereka.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa betremu dengan anak-anak yang dulu pernah saya tinggalkan 7 tahun yang lalu ketika mereka kelas 5. Rasa haru bisa bertemu mereka. Ingin rasanya menagis tetapi saya menahan.

Pertemuan dengan mereka telah menyadarkan saya bahwa, selama tujuh tahun sya tidak pernah berbuat apa-apa. Mereka sudah setua itu tapi saya belum membuat sesuatu yang bermanfaat untuk pendidikan.

WhatsApp Image 2018-09-22 at 23.05.59

Cek mereka tujuh tahun yang lalu di sini dan di sini.

2 thoughts on “Rumah Belajar: Agent of Change (Sequel)

Budayakan tinggalkan komentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s