I Will Never Marry*

Setelah terjadi pertempuran yang cukup lama,  maka hari ini saya memutuskan untuk membuat sebuah keputusan. Mungkin keputusan itu terasa memaksa banget. Saya jadi ingat judul sebuah lagu cukup lebay: Can’t Let You Go Even If I Die. Maksa banget kan judulnya. Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mati masih tak bisa melupakan seseorang yang ia cintai. Yah, maksudnya mungkin bahwa orang yang nengatakan itu benar-benar mencintai pasangannya. Bahkan sampai matipun (kalau bisa) tidak akan mau berpisah. Atau bisa juga tuh artinya mati bersama. Cinta mati.

Nah, kira-kira seperti itulah keputusan yang saya buat. Isinya memang ga sama, tapi unsur pemaksaannya yang sama.
Banyak alasan mengapa saya membuat keputusan itu. Salah satunya adalah status fb seorang teman yang sudah menikah. Kurang lebih seperti ini statusnya:

Kita harus tau satu rahasia.
Kita tak harus jatuh cinta sebelum memutuskan untuk menikah.
Karena, pernikahan yang berkah tidak memerlukan itu.
Hal terpenting yang harus kita miliki adalah kecendrungan untuk membangun cinta itu.
Bangunlah cinta pada saat yang tepat (setelah akad nikah) pada orang yang tepat (pasangan).

Entah mengapa saya pede baget dengan kata-kata ini. Kata-kata ini turut memotivasi saya untuk mengambil keputusan. Keputusan yang mungkin akan mengejutkan banyak orang.

I Will Never Marry*

Saya tidak akan menikah. Keputusan yang cukup mengejutkan bukan? Itu kalau tidak memperhatikan tanda bintang pada bagian akhir kalimat. Kalau tidak ada tanda bintang, maka kalimat lengkapnya adalah

I Will Never Marry Except With Her.

Tapi, sebenarnya bukan kalimat itu yang membuat saya memberi tanda bintang. Bintang itu biar menjadi rahasia bagi saya. Dan suatu saat saya akan mengungkap rahasia itu. Saya berharap, sebelum tahun 2013 ini berakhir, bintang itu akan terungkap.

3 thoughts on “I Will Never Marry*

  1. “Adalah suatu hal yang patut. Bahwa posisi seorang istri adalah penting dalam kehidupan seorang suami, begitu pula sebaliknya. Namun harus pula dapat dipahami. Bahwa dalam beberapa kasus, ada hal lain yang lebih mendesak untuk didahulukan.Yakinilah. Bahwa orang baik-baik berjodoh dengan orang baik-baik pula.

    Perhatikanlah. Mereka yang bersaudara kandung. Dibesarkan oleh keluarga yang sama. Dalam rumah yang sama. Tetapi masih juga terdapat perselisihan antara mereka. Apalagi dua orang manusia yang dibesarkan oleh keluarga yang berbeda. Kemudian hidup bersama dalam suatu pernikahan. Tentu lebih berpotensi untuk terjadi perselisihan. Untuk itu. Berikan suatu ruang dihati untuk menerima perbedaan. Sebagaimana pasanganmu berusaha memaklumi perbedaan antara dirimu dan dirinya.”

    taken from http://rleni.wordpress.com/2010/11/23/pernikahan/

  2. “Sering kali diantara kita. Baik secara sadar akan kelebihan yang dimiliki ataupun tidak, mengharapkan mendapat pasangan yang jauh lebih baik dari diri kita. Seperti: taat dalam menjalankan agama, tampan/cantik, baik hati, mapan, tidak sombong, dan lain sebagainya. Pokoknya segala macam sifat-sifat baik dalam diri manusia yang ada dalam kamus bahasa.

    Tidak salah memang. Tapi apakah benar ada orang yang demikian? Nyaris mendekati sempurna. Jangan-jangan gak ada. Kalaupun misalnya ada orang yang demikian. Bisa jadi seleranya bukan orang yang seperti kita. Seleranya mungkin saja orang yang jauh lebih hebat dari diri kita.

    So, kalau diri kita sendiri saja masih banyak kekurangan. Kenapa kita menentukan syarat yang begitu berat untuk calon pasangan kita.”

    taken from http://rleni.wordpress.com/2009/03/21/tips-memilih/

  3. jazakallahu khairan untuk mbak erlenza. nasihat yang sangat bagus. setuju sekali dengan pendapat itu. di dunia ini mungkin tidak ad manusia yg sempurna, kalaupun ada maka pasti itu adalah Nabi SAW.

    walaupun tidak ad yg sempurna, pasti ad yg terbaik bagi kita. menurut saya kebaikan itu menurut Allah yg bisa dilihat dr alqur’an n hadist. walaupun semua org di dunia mengatakan tidak baik, tp Allah mebgatakan baik. maka itu baik bagi kita. sebaliknya biarpun smua orang di dunia mengatakan baik, tp Allah mengatakan itu tidak baik. maka tidak baik pula bagi kita.

    dan laki-laki yg baik hanya untuk wanita yg baik. wanita yg baik hanya untuk lelaki yang baik. tak perlu banyak tuntutan dan syarat. jika kita memperbaiki diri sendiri, maka dengan sendirinya Allah akan pilihkan yg terbaik bagi kita.

Budayakan tinggalkan komentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s