My First Novel

Well, mungkin ini adalah pertama kalinya saya posting dengan wordpress versi terbaru. Sebelumnya saya mencoba membuat tulisan tapi anehnya visual editornya tidak muncul. Sehingga postingan saya tentang Stellarium tidak bisa diedit. Untungnya berhasil menemukan cara yang langsung ampuh untuk mengatasi hilangnya visual editor. Yaitu dengan menghapus seluruh chace, cookies, history pada browser. Tapi, sebelumnya log out dulu dari WP, setekah dihapus baru log in lagi. Kalau ga berhasil cari cara lain masih banyak di google.

Ok, saya ingin berbagi cerita tentang apa aktivitas saya selama menhilang beberapa bulan. Seperti janji yang saya katakan pada seorang teman, saya ingin membberi sedikit bocoran tentang proyek yang sedang saya buat di antara kesibukan bersama siswa di skul. Kesibukan itu adalah membuat novel detektif.

Berawal dari permintaan seorang teman yang meminta bantuan saya untuk membuat cerpen berdasarkan puisi. Entah mengapa dalam waktu tiga jam saya diberi puisi, cerpen dengan jumlah kata lebih dari 2.200 kata berhasil dibuat. Dari situ saya berpikir kenapa ga membuat novel? Itung-itung sambil belajar ngrtik 10 jari. Akhirnya saya menulis sebuah novel detektif, karena saya benar-benar suka membaca novel detektif misalnya karya Agatha Cristie. Nah, berikut ini adalah sedikit bocoran novel tersebut.

Hari terakhir dari rangkaian kegiatan pelantikan OSIS di sekolah Ryan, terjadi pembunuhan keji terhadap seorang siswa. Yusman, salah satu panitia, tergantung di pohon akasia. Lehernya dicekik dan dadanya ditusuk dengan senjata tajam dari belakang.

Terlalu singkat ya sinopsisnya? Ok, nih tambahannya.

Malam terakhir pelantikan dimulai pukul 00.00. Setiap peserta harus melalui beberapa pos. Pos pertama salah pos pelepasan dijaga oleh Faisal, teman dekat korban. Semua peserta berkumpul di pos ini untuk pertama kalinya. Pos kedua dengan jarak 100 meter dari pos pertama, hanya dijaga oleh pocong panitia yang diperankan oleh Yusman, yang sengaja digantung di pohon akasia. Pos lainnya juga mempunyai jarak 100 meter dari pos sebelumnya. Pos terakhir dijaga oleh Ayu, siswi yang terobsesi menjadi detektif sekolah.

Peserta pertama dilepas pukul 00:00, peserta kedua dilepas delapan menit kemudian dan seterusnya. Atta, peserta ke-12 melihat pocong masih hidup, tetapi peserta selanjutnya sampai peserta ke-20 tidak menyadari kalau pocong yang digantung sudah mati. 

Faisal, salah satu panitia menemukan keanehan. Ia tidak habis pikir mengapa urutan kedatangan peserta yang disebutkan Ayu pada saat kesaksian berbeda dengan urutan pelepasan peserta. Nita, salah satu peserta heran, mengapa ia melihat kancing baju salah satu peserta yang sebelumnya hilang, tergeletak di bawah mayat pocong. Ryan juga heran, mengapa korban mengeluarkan terlalu sedikit darah? Pemadaman listrik dini hari, jejak kaki di meja dan dinding kantor sekolah, rekaman CCTV mencurigakan, kesaksian-kesaksian yang kontradiksi, dan keanehan-keanehan lainnya yang mengarah pada beberapa pelaku pembunuhan.

Cukup. Sampai sekarang saya masih bingung siapa pelaku pembunuhan.

4 thoughts on “My First Novel

Budayakan tinggalkan komentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s