My First Students Part IV: Teenagers

Akhirnya sampai di Part IV. Tapi kali ini masih tentang sekolah di desa Tahawa. Kalau sebelumnya saya posting tentang Elementary School, kali ini saya akan memposting Junior Hight School alias SMP.

SMPN 3 Kahayan Tengah adalah sekolah yang baru saja diresmikan pembangunannya. Kalau dilihat semua fasilitas masih baru meskipun tidak selengkap sekolah di kota. Saya mengajar di 2 kelas. Kelas VI dan Kelas VII. Dengan berbekal sedikit pengalaman teori di kampus, saya mencoba menerapkan beberapa pembelajaran. Salah satunya adalah pembelajaran kelompok. Pertama kali menerapkan pembelajaran kelompok. Ternyata, tidak semudah seperti apa yang dibayangkan. Banyangkan, mengelola sekitar 28 siswa ke dalam kelompok, apalagi pembagian kelompok terserah masing-masing siswa dengan catatansetiap kelompok hanya boleh terdiri dari 4-5 siswa. Pembentukan yang kurang efektif tersebut memakan awaktu haampir 10 menit. Belum lagi ditambah kegaduhan siswa ketika mengangkat kursi atau meja. Samapi-sampai guru di kelas sebelah mendatangi kelas kami dan memarahi siswa-siswa. Pelajaran; dalam membentuk kelompok belajar, berikan instruksi yang tepat kepada siswa.

Salah satu kelompok yang berhasil dibentuk

Presentasi kelompok

Nah, kalu ini teman menerapkan metode ceramah

Pembelajaran yang diawali dengan musi

satu-dua-tiga-empat, semangat melaukan senam

Bersama staf pengajar

Calon saingan Cherry Belle

With the boy from my class

Akhirnya, berakhir sudah. Sebenarnya banyak detail yang ingin diceritakan. Tetapi waktu terlalu sedikit untuk menulis. Ditambah lagi koneksi internet yang lemot abis. Satu harapan, suatu hari nanti bisa bertemu dengan murid-murid pertama ini. Meskipun hanya beberapa minggu, tetapi banyak kesan dan pelajaran yang bisa diambil. Hal yang sulit melupakan murid-murid ini, karena mereka adalah true of my first students.

Note:

Ini hanyalah catatan biasa tentang perjalan menjadi seorang guru bersama murid-murid pertama. Mungkin tidak akan menarik bagi sebagian besar orang, tetapi bagi seorang guru yang mempunyai semangat tinggi dalam mendidik, mungkin catatan isi sedikit menarik. Satu hal lagi, tulisan ini tidak akan menarik abgi orang yang tidak mempunyai minat sama sekali dalam bidang pengajaran.

Budayakan tinggalkan komentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s