My First Students Part III: Hard to Tell

Kali ini saya ingin menceritakan murid-murid di SDN Penda Haur-1 dan SDN Penda Haur-2. Tidak ada yang menarik di SDN Tahawa-1, jadi saya langsung meluncur ke Desa Penda Haur. Sebenarnya terlalu sukar untuk menceritakan. Yah, mungkin seperti kondisi sekolah-sekolah di daerah pedalaman lain seperti yang akan saya ceritakan.

Masih ingat dengan posting saya sebelumnya? SDN Penda Haur-1 dan Penda Haur-2 sebenarnya dekat. Hanya dipisahkan oleh aliran sungai Kahayan. Karena desa dan sekolah di desa tersebut berada di tepian sungai, maka jika air sungai meluap akan susah untuk ke sekolah. Suatu kali pernah terjadi banjir besar sehingga banyak siswa yang libur dalam beberapa hari. Namun, banyak juga yang tetap masuk ke sekolah. Berangkat ke sekolah dengan berenang, buku pelajaran dititpkan di sekolah. Jadi, dari sekolah tidak perlu mandi karena mandi sambil berenang kemudian berganti baju di sekolah. Jika musim hujan tiba, untuk sampai ke SDN Penda Haur-2 cukup sukar, karena jalannya berubah menjadi kubangan lumpur.

  • Guru yang rela mengabdi di sekolah pedalaman

  • Kelas IV SDN Penda Haur-1

Ini mirip lompat batu di Danau Toba

Yes! Aku dapat!

Alhamdulillah, aku bisa

Begitupun susahnya untuk sekolah di desa ini, ditambah kurangnya tenaga pengajar dan alat pembelajaran, guru dan siswa di sekolah ini mempunyai motivasi yang tinggi. Kepala sekolah di SDN Penda Haur-1 sangatlah rajin sehingga sangat jarang tidak masuk meskipun hari hujan. Padahal untuk sampai ke sekolah tersebut harus berjalan kaki dari desa Tahawa selama kurang lebih 45 menit. Berdasarkan pengamatan di SMP, siswa yang berasal dari SD Penda Haur umumnya lebih rajin disbanding siswa dari desa Tahawa. Mungkin faktor kesukaran membuat siswa dari Penda Haur lebih bersungguh-sungguh dalam belajar. Sesuatu akan dilakukan dengan lebih baik jika memerlukan pengorbanan yang lebih besar.

  • Jalan berlumpur menuju sekolah

    Tetap tersenyum dengan segala keterbatasan

Calon-calon pemimpin masa depan

Semoga perubahan yang jauh lebih baik di sekolah-sekolah ini segera terwujud.

Budayakan tinggalkan komentar dengan bijak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s